Selasa, 19 November 2013

EASTRIDER CREW



       EASTRIDER CREW adalah salah satu bboy crew favorite saya. ERC merupakan crew dari Jakarta Timur yang berdiri tanggal 4 Februari 2002 dan memiliki tempat latian di GOR OTISTA, Jakarta Timur. 
Crew yang beranggotakan 12 orang ini sudah memiliki pengalaman yang luas dan banyak prestasi.


Belum lama ini ERC memenangkan ajang BATTLE OF THE YEAR dan INDONESIAN BBOY CHAMPIONSHIP 2013.
Selain punya skill yang mumpuni dan kreativitas yang banyak, anggota ERC juga keren-keren semua lho.
selain itu mereka juga kompak banget. Nah personil EASTRIDER CREW adalah:



  • MONKEY1
  • PRINCE TPZ
  • DICE THE NICE
  • SNAPROCK
  • MURDA
  • KILLA KRIZ
  • LEE1
  • DUCKZILLA
  • FLOOR SHARK
  • BLACK DANGER
  • BATAMSKY
  • AVIED
Apalagi gaya mereka kalo lagi battle wahhh kereen bangett. mereka punya cara tersendiri untuk memperkenalkan crew mereka ke khalayak umum, yang pasti dengan cara mereka yang kreative tentunya.

Sabtu, 16 November 2013

SEJARAH BREAKDANCE DI INDONESIA

Breakdance adalah sebuah tarian jalanan yang berkembang sekitar tahun
1970 yang berasal dari Bronx di New York, Amerika. Pada awalnya, breakdance
hanya berkembang di kalangan anak muda Afrika-Amerika dan Puerto Rico
(“Breakdance”, Wikipedia). Namun kemudian berkembang hingga ke Los
Angeles, dan akhirnya menjadi populer di seluruh dunia .
Breakdance disebut juga dengan istilah B-Boying. Sebutan B-Boying
pertama kali dikemukakan oleh Kool DJ Herc yang merupakan seorang DJ di
Bronx pada masa itu. B-Boys artinya "Break Boys". Disebut "Break Boys" karena
mereka menari saat bagian musik turun dimana musik hanya ada ketukan drum
atau dikenal dengan istilah break part of music. Akhirnya break part ini
dikembangkan oleh DJ hingga pada akhirnya lahirlah musik khas breakdance
yang disebut Break Beats (“Sejarah B-Boying di Dunia”).
Di kancah internasional, breakdance menjadi sangat terkenal dan
populer pada tahun 80an, namun kemudian dihentikan oleh media juga di dekade
yang sama. Pada saat itu pihak media tidak lagi tertarik mengulas berita-berita
mengenai breakdance. Meskipun begitu, para b-boy dan b-girl (sebutan untuk
orang-orang yang melakukan breakdance) tidak hilang semangat dan terus
berlatih
Di Indonesia, breakdance disebut juga sebagai Tari Kejang. Karena
menurut para pejabat yang pada masa itu sedang mengkampanyekan penggunaan
bahasa Indonesia pada bahasa Inggris, gerakan-gerakan yang diperagakan dalam
breakdance seperti gerakan orang kejang yang tersengat listrik
Breakdance sempat menjadi tren di kalangan anak muda pada era 1980-an, yang
ditandai dengan banyak bermunculannya penari-penari jalanan yang beraksi
dengan alas kardus bekas dan tape dibopong . Di berbagai tempat,
anak-anak muda menggelar aksinya menyerupai orang-orang Amerika pada saat
itu untuk mempertontonkan keahlian mereka kepada khalayak umum secara tidak
langsung Namun ternyata aksi mereka ini sempat membuat gerah berbagai pihak,
terutama kekhawatiran aparat keamanan, pendidikan, keagamaan, dan sebagainya
pada berbagai kecenderungan akan adanya ketidaktertiban di berbagai kawasan
kota, akibat ulah kalangan anak muda yang membentuk kerumunan. Mereka
khawatir apabila kerumunan itu tiba-tiba bergolak dalam kekuatan massa, dan
meledak menjadi pemicu dari protes akan kemapanan Orde Baru
Maka ketika masuk ke era awal 1990-an, para penari jalanan ini pun
berangsur-angsur hilang tinggal kenangan .
Sebenarnya sekitar pertengahan tahun 1990-an, tren breakdance sudah
mulai kelihatan lagi. Di Jakarta ditandai dengan munculnya tim breakdance Midi
Circus yang sering berlatih di kawasan Senayan Tapi, lagi-lagi
tren ini harus mundur seiring gempuran tren musik ska dan klasik disko yang
mulai menjalar di kuping anak muda. Jadi, wajar-wajar saja kalau pada akhirnya
breakdance tidak dilirik lagi
Namun b-boy yang ada pada saat itu tidak kenal menyerah. Mereka
masih sering berlatih walaupun dalam komunitas kecil. Untungnya, ada musik hip
hop yang datang sebagai penyelamat. Di tengah gempuran musik ska, musik hip
hop tetap punya pasar sendiri di industri musik dunia. Ketika
musik rap Indonesia menjamur di akhir 1990-an, breakdance mulai ikut muncul
di tiap penampilannya
Ketika pamor breakdance di Indonesia secara perlahan mulai meningkat,
otomatis para b-boy banyak yang membentuk komunitas sendiri. Mereka
menyebutnya dengan istilah crew. Setiap crew biasanya berisi 5 sampai 30 orang.
Mereka ini sebenarnya adalah para b-boy yang kebetulan sering berlatih bersama
di satu tempat. Tapi pada perkembangannya, tim ini menjadi sebuah tim solid
yang menjadi wadah untuk mempertajam jurus .
Di Surabaya terdapat sebuah kelompok breakdance yang keberadaannya
cukup eksis, yaitu City Warrior. Berdiri sejak awal tahun 2003, City Warrior
bukan hanya sebuah kelompok breakdance saja, melainkan juga sebuah kelompok
yang bergerak di bidang jasa hiburan atau entertainment, khususnya pengisi acara
dalam ulang tahun Sweet Seventeen. Kelompok ini didirikan atas keinginan untuk
mengembangkan dan memasyarakatkan breakdance di Surabaya. Selain itu juga
bertujuan untuk memenuhi tingginya permintaan akan penampilan breakdance
untuk memeriahkan berbagai acara.
City Warrior didirikan oleh 4 orang yang mempunyai persamaan visi,
yaitu Sunny, Marcel, Rio, dan Sun Lie yang sama-sama telah berlatih dasar-dasar
breakdance. Namun pada awal perkembangannya, Marcel memutuskan untuk
berhenti dengan suatu alasan. Sehingga pada saat itu, City Warrior dipimpin oleh
3 orang dengan Sunny sebagai Ketua sekaligus instruktur di kelas senior; Sun Lie
sebagai instruktur di kelas junior, dan Rio sebagai instruktur di kelas pemula.
Adapun target audience yang dituju City Warrior, yaitu pria dan wanita usia
remaja hingga dewasa (14 - 25 tahun), berpendidikan SMP, SMA, lulus SMA,
kelas middle-up, berkepribadian aktif, sporty, berjiwa muda, dan dinamis.
Sejak didirikan, City Warrior mempunyai visi yang hendak dicapai di
masa yang akan datang. Mereka ingin mengembangkan dan memasyarakatkan
breakdance, serta berkeinginan untuk menjadi sebuah kelompok yang berkualitas
sehingga dapat bersaing dengan kelompok lain yang mempunyai kualitas yang
lebih tinggi. Untuk mencapai cita-citanya tersebut, maka City Warrior mempunyai
beberapa misi yang harus diwujudkan, yaitu meningkatkan kemampuan dan
penampilan para anggota melalui latihan-latihan yang aktif dan intensif, serta
memberikan penampilan yang berkualitas agar berkesan.
Pada pertengahan tahun 2006 terjadi perubahan dalam kepengurusan
City Warrior, dimana Sunny yang saat itu menjabat sebagai Ketua memutuskan
untuk mengundurkan diri karena alasan pribadi. Sejak saat itu jabatan Ketua
dipegang oleh Sun Lie, dan Rio sebagai Wakil Ketua. Dan sejak awal tahun 2007,
Rio memutuskan untuk berhenti dengan alasan pekerjaan. Hingga akhirnya
seluruh kepengurusan dipegang oleh Sun Lie hingga saat ini.
Seiring berjalannya waktu, maka mulai banyak bermunculan kelompok
breakdance, terutama yang memilih jalur entertainment. Tentu saja untuk
menghadapi persaingan ini diperlukan strategi-strategi untuk memantapkan
keberadaan City Warrior. Sejak didirikan hingga saat ini, City Warrior belum
pernah melakukan serangkaian program promosi yang aktif. Selama ini promosi
yang ada hanya dilakukan melalui mulut ke mulut (word of mouth). Sedangkan
kelompok lain ada beberapa yang mulai berpromosi dengan mencari sponsor menyebarkan brosur, dan lain sebagainya. Namun dalam hal ini City Warrior
memiliki beberapa keuntungan, antara lain merupakan pioneer sebagai pengisi
acara yang menampilkan breakdance di Surabaya. Selain itu City Warrior juga
memiliki jam terbang yang tergolong banyak, yang secara tidak langsung telah
membentuk kekompakan kelompok, terutama ketika sedang tampil. Dengan
adanya keuntungan ini, maka City Warrior masih memiliki peluang yang cukup
besar dalam mempertahankan keberadaannya terutama untuk memenangkan
persaingan yang ada. Oleh karena itu kegiatan promosi yang aktif diperlukan.




sumber :http://chalzbboylikeearth.blogspot.com
            https://www.facebook.com/pages/EASTRIDER-CREW/90578925896?id=90578925896&sk=photos_stream

stilah street dance baru muncul di Indonesia mungkin sekitar awal atau pertengahan 1990an, setelah masuknya hip hop ke Indonesia. Saya katakan mungkin karena saya belum menemukan referensi tentang kapan tepatnya istilah ini digunakan di Indonesia, tapi saya bisa memastikan kalau setidaknya street dance ini bersimbiosis dengan budaya hip hop di Indonesia. Hal ini cukup terlihat dari aliran street dance yang berkembang di Indonesia pertama kali, seperti bboying, yang memang mengambil akar dari budaya hip hop. Walaupun ada juga aliran popping yang berakar dari musik funk, tetapi hip-hop kemudian banyak menyerap aliran ini untuk diasimilasikan di dalamnya. Hal ini pulalah yang kemudian menimbulkan anggapan bahwa street dance = bboying di Indonesia, walaupun mungkin masih ada perdebatan mengenai penggunaan istilah ini secara tepat, baik, dan benar.
Jadi, apa itu street dance? Street dance merupakan istilah umum yang digunakan untuk mendeskripsikan gaya/aliran dance yang berkembang dan berevolusi di luar studio dance (apakah tepat kalau saya menerjemhkannya sebagai sanggar tari?). Di luar dalam konteks ini berarti dilakukan di tempat terbuka seperti taman kota, jalanan, lapangan di sekolah ataupun di klub malam. Perlu diingat bahwa street dance ini pertama kali muncul dan berkembang di New York, Amerika Serikat, sehingga mungkin akan ada perbedaan ketika kita menyebut seni tari yang berkembang di dalam sanggar atau studio itu apa saja. Jenis tarian non-street dance ini antara lain seperti balet, ballroom, latin, salsa, dll.  Dalam hal ini berbagai macam tarian tradisional di Indonesia tidak termasuk dalam kategori street dance meskipun awal perkembangannya tidak di dalam studio atau sanggar. Kecuali apabila nanti muncul aliran baru dari Indonesia bernama tari jalan tradisional mungkin baru bisa kita bersaing nama dengan street dance dari Amerika ini.
Street dance dikenal juga sebagai vernacular dance. Vernacular kurang lebih dapat diartikan sebagai menggunakan naluri/insting. Lebih jauh kita dapat mengartikan vernacular dance (street dance) ini sebagai gaya tarian yang tidak terkungkung oleh satu bentuk tertentu dan bebas bergerak serta berekspresi mengikuti irama musik yang ada. Definisi ini menunjukkan bahwa improvisasi merupakan salah satu elemen penting dalam street dance. Improvisasi dan kebebasan berekspresi ini yang pada akhirnya memicu munculnya banyak gaya/aliran dalam street dance. Bahkan orisinalitas yang merupakan hasil dari improvisasi dan interpretasi individu terhadap musik mendapatkan tempat utama dibandingkan dengan meniru gaya atau gerakan street dancer lain. Sehingga ketika kita menggunakan istilah street dance berarti kita akan merujuk pada berbagai macam aliran dance yang berkembang di luar sanggar tari dan bukan hanya satu jenis aliran saja.
Street dance, seperti telah dijelaskan di atas, pada dasarnya adalah semua tarian yang tumbuh dan berkembang di luar studio. Selain improvisasi yang menjadi dasar jiwa para street dancer, street dance juga dikenal mampu membentuk satu sistem sosial sendiri yang dapat membawa para individu di dalamnya ke arah yang positif. Dibandingkan dengan aliran tari yang lain, street dance sangat kental dengan sistem sosial, dalam hal ini berkaitan dengan interaksi dancer dengan penonton dan dengan penari lain. Hal ini menjelaskan mengapa semua aliran street dance tumbuh besar di dalam lingkaran cypher (membentuk lingkaran untuk kemudian masing-masing individu maju ke tengah lingkaran dan menunjukkan gaya tariannya), biasanya memiliki kru atau tergabung dalam satu komunitas tertentu, serta menjelaskan mengapa hanya street dance yang memiliki istilah “battle”.
Turunan tarian lain mengenal istilah kompetisi, yang biasanya (walaupun tidak harus) dinilai oleh juri, dan mereka bertarung atas dasar skill, ketepatan gaya, kekompakan, dll tergantung dari bagaimana “kesempurnaan” didefinisikan oleh aliran tari tersebut. Tapi pada street dance, dalam proses penciptaannya memiliki sistem kompetisi yang lebih “sosial” dimana para penonton, dan bahkan para dancer lainnya bisa menjadi juri. Semoga saya tidak salah, tapi setahu saya street dance-lah yang pertama mengenal sistem penilaian berdasarkan tepuk tangan, teriakan penonton, dll; yang berkaitan dengan antusiasme penonton. Dikarenakan sistem yang sangat sosial, mungkin orang lain akan menilai aneh sistem penilaian ini karena terkesan sangat subyektif, tidak ada patokan, dll. Tapi justru disitulah semangat street dance bisa terus berkembang di bawah pondasi improvisasinya serta rasa sosial yang tinggi.
Dua jiwa dari street dance inilah yang menurut saya menyebabkan street dance terus berkembang bahkan menciptakan beberapa aliran baru. Tidak ada yang mengkritisi bahwa hal itu tidak boleh, tidak ada “Street Dance Expert” yang mengkritisi bahwa “Oh, hal itu tidak boleh karena merusak tatanan dasar street dance, dll”. Semuanya karena street dance berdasar pada Improvisasi dan sistem sosial. Selama Improvisasinya dapat diterima oleh Sistem Sosial Keluarga Besar Street Dance seluruh dunia, maka lahirlah anak baru dari street dance apapun itu namanya.
Cukup banyak gaya tarian yang termasuk dalam street dance ini mulai dari bboying, popping, locking, krumping, tutting, liquid, housing,  Melbourne shuffle, c-walking, jumpstyle, hip hop dance dll. Dari masing-masing gaya itu pun ada yang kemudian memiliki anak aliran yang bisa menjadi sebuah gaya tersendiri, seperti animation dan robotting dari popping atau creep walk, clown walk dan crown walk dari c-walking. Masing – masing dari gaya tersebut berbeda satu sama lain dan memiliki kekhasannya sendiri. Bboying/bgirling mungkin merupakan contoh paling terkenal dari gaya street dance ini karena gerakan-gerakannya yang penuh trik akrobatik tubuh sehingga banyak menarik minat anak muda untuk mempelajarinya. Popping, locking, krumping, tutting, liquid, dan wacking memiliki kelasnya sendiri dan sering dikombinasikan dan dijadikan dasar untuk koreografi hip hop ataupun apa yang kita sebut sekarang dengan urban coreography. Sedangkan housing, shuffle, c-walking, dan jumpstyle merupakan gaya yang mengutamakan pada gerakan footwork. Sebenarnya ada juga pengkategorian berdasarkan gaya hip hop dan funk, tapi itu bisa menjadi satu bahasan tersendiri yang cukup panjang untuk dijabarkan berikut dengan detil-detil dari aturan dan keunikan dari masing-masing gaya street dance ini.
Jadi, apa yang harus kita lakukan apabila kita ingin mulai belajar street dance? Gaya mana yang paling cocok atau mungkin yang sebaiknya harus pertama dipelajari bagi pemula? Sebenarnya tidak ada aturan baku gaya mana yang diperuntukkan bagi pemula ataupun ritual khusus untuk belajar street dance. Masing-masing gaya memiliki tingkat kesulitannya sendiri, sehingga apa yang kita butuhkan pertama kali adalah keinginan yang kuat, kalau tidak kita sebut dengan gairah. Mulailah dengan apa yang diri kita suka, tidak masalah jika kita tidak memiliki dasar dance sama sekali karena pada akhirnya street dance adalah pengekspresian jiwa kita, perwujudan dari apa yang hati kita rasakan. Jangan pernah merasa sungkan ataupun malu untuk jujur mengikuti apa yang hati kita rasakan. Hear the music, feel it with your heart and then just let your body flow.
- See more at: http://magz.hiphopheroes.net/info/knowledge/apa-itu-street-dance.html#sthash.dfEEWSPc.dpuf
stilah street dance baru muncul di Indonesia mungkin sekitar awal atau pertengahan 1990an, setelah masuknya hip hop ke Indonesia. Saya katakan mungkin karena saya belum menemukan referensi tentang kapan tepatnya istilah ini digunakan di Indonesia, tapi saya bisa memastikan kalau setidaknya street dance ini bersimbiosis dengan budaya hip hop di Indonesia. Hal ini cukup terlihat dari aliran street dance yang berkembang di Indonesia pertama kali, seperti bboying, yang memang mengambil akar dari budaya hip hop. Walaupun ada juga aliran popping yang berakar dari musik funk, tetapi hip-hop kemudian banyak menyerap aliran ini untuk diasimilasikan di dalamnya. Hal ini pulalah yang kemudian menimbulkan anggapan bahwa street dance = bboying di Indonesia, walaupun mungkin masih ada perdebatan mengenai penggunaan istilah ini secara tepat, baik, dan benar.
Jadi, apa itu street dance? Street dance merupakan istilah umum yang digunakan untuk mendeskripsikan gaya/aliran dance yang berkembang dan berevolusi di luar studio dance (apakah tepat kalau saya menerjemhkannya sebagai sanggar tari?). Di luar dalam konteks ini berarti dilakukan di tempat terbuka seperti taman kota, jalanan, lapangan di sekolah ataupun di klub malam. Perlu diingat bahwa street dance ini pertama kali muncul dan berkembang di New York, Amerika Serikat, sehingga mungkin akan ada perbedaan ketika kita menyebut seni tari yang berkembang di dalam sanggar atau studio itu apa saja. Jenis tarian non-street dance ini antara lain seperti balet, ballroom, latin, salsa, dll.  Dalam hal ini berbagai macam tarian tradisional di Indonesia tidak termasuk dalam kategori street dance meskipun awal perkembangannya tidak di dalam studio atau sanggar. Kecuali apabila nanti muncul aliran baru dari Indonesia bernama tari jalan tradisional mungkin baru bisa kita bersaing nama dengan street dance dari Amerika ini.
Street dance dikenal juga sebagai vernacular dance. Vernacular kurang lebih dapat diartikan sebagai menggunakan naluri/insting. Lebih jauh kita dapat mengartikan vernacular dance (street dance) ini sebagai gaya tarian yang tidak terkungkung oleh satu bentuk tertentu dan bebas bergerak serta berekspresi mengikuti irama musik yang ada. Definisi ini menunjukkan bahwa improvisasi merupakan salah satu elemen penting dalam street dance. Improvisasi dan kebebasan berekspresi ini yang pada akhirnya memicu munculnya banyak gaya/aliran dalam street dance. Bahkan orisinalitas yang merupakan hasil dari improvisasi dan interpretasi individu terhadap musik mendapatkan tempat utama dibandingkan dengan meniru gaya atau gerakan street dancer lain. Sehingga ketika kita menggunakan istilah street dance berarti kita akan merujuk pada berbagai macam aliran dance yang berkembang di luar sanggar tari dan bukan hanya satu jenis aliran saja.
Street dance, seperti telah dijelaskan di atas, pada dasarnya adalah semua tarian yang tumbuh dan berkembang di luar studio. Selain improvisasi yang menjadi dasar jiwa para street dancer, street dance juga dikenal mampu membentuk satu sistem sosial sendiri yang dapat membawa para individu di dalamnya ke arah yang positif. Dibandingkan dengan aliran tari yang lain, street dance sangat kental dengan sistem sosial, dalam hal ini berkaitan dengan interaksi dancer dengan penonton dan dengan penari lain. Hal ini menjelaskan mengapa semua aliran street dance tumbuh besar di dalam lingkaran cypher (membentuk lingkaran untuk kemudian masing-masing individu maju ke tengah lingkaran dan menunjukkan gaya tariannya), biasanya memiliki kru atau tergabung dalam satu komunitas tertentu, serta menjelaskan mengapa hanya street dance yang memiliki istilah “battle”.
Turunan tarian lain mengenal istilah kompetisi, yang biasanya (walaupun tidak harus) dinilai oleh juri, dan mereka bertarung atas dasar skill, ketepatan gaya, kekompakan, dll tergantung dari bagaimana “kesempurnaan” didefinisikan oleh aliran tari tersebut. Tapi pada street dance, dalam proses penciptaannya memiliki sistem kompetisi yang lebih “sosial” dimana para penonton, dan bahkan para dancer lainnya bisa menjadi juri. Semoga saya tidak salah, tapi setahu saya street dance-lah yang pertama mengenal sistem penilaian berdasarkan tepuk tangan, teriakan penonton, dll; yang berkaitan dengan antusiasme penonton. Dikarenakan sistem yang sangat sosial, mungkin orang lain akan menilai aneh sistem penilaian ini karena terkesan sangat subyektif, tidak ada patokan, dll. Tapi justru disitulah semangat street dance bisa terus berkembang di bawah pondasi improvisasinya serta rasa sosial yang tinggi.
Dua jiwa dari street dance inilah yang menurut saya menyebabkan street dance terus berkembang bahkan menciptakan beberapa aliran baru. Tidak ada yang mengkritisi bahwa hal itu tidak boleh, tidak ada “Street Dance Expert” yang mengkritisi bahwa “Oh, hal itu tidak boleh karena merusak tatanan dasar street dance, dll”. Semuanya karena street dance berdasar pada Improvisasi dan sistem sosial. Selama Improvisasinya dapat diterima oleh Sistem Sosial Keluarga Besar Street Dance seluruh dunia, maka lahirlah anak baru dari street dance apapun itu namanya.
Cukup banyak gaya tarian yang termasuk dalam street dance ini mulai dari bboying, popping, locking, krumping, tutting, liquid, housing,  Melbourne shuffle, c-walking, jumpstyle, hip hop dance dll. Dari masing-masing gaya itu pun ada yang kemudian memiliki anak aliran yang bisa menjadi sebuah gaya tersendiri, seperti animation dan robotting dari popping atau creep walk, clown walk dan crown walk dari c-walking. Masing – masing dari gaya tersebut berbeda satu sama lain dan memiliki kekhasannya sendiri. Bboying/bgirling mungkin merupakan contoh paling terkenal dari gaya street dance ini karena gerakan-gerakannya yang penuh trik akrobatik tubuh sehingga banyak menarik minat anak muda untuk mempelajarinya. Popping, locking, krumping, tutting, liquid, dan wacking memiliki kelasnya sendiri dan sering dikombinasikan dan dijadikan dasar untuk koreografi hip hop ataupun apa yang kita sebut sekarang dengan urban coreography. Sedangkan housing, shuffle, c-walking, dan jumpstyle merupakan gaya yang mengutamakan pada gerakan footwork. Sebenarnya ada juga pengkategorian berdasarkan gaya hip hop dan funk, tapi itu bisa menjadi satu bahasan tersendiri yang cukup panjang untuk dijabarkan berikut dengan detil-detil dari aturan dan keunikan dari masing-masing gaya street dance ini.
Jadi, apa yang harus kita lakukan apabila kita ingin mulai belajar street dance? Gaya mana yang paling cocok atau mungkin yang sebaiknya harus pertama dipelajari bagi pemula? Sebenarnya tidak ada aturan baku gaya mana yang diperuntukkan bagi pemula ataupun ritual khusus untuk belajar street dance. Masing-masing gaya memiliki tingkat kesulitannya sendiri, sehingga apa yang kita butuhkan pertama kali adalah keinginan yang kuat, kalau tidak kita sebut dengan gairah. Mulailah dengan apa yang diri kita suka, tidak masalah jika kita tidak memiliki dasar dance sama sekali karena pada akhirnya street dance adalah pengekspresian jiwa kita, perwujudan dari apa yang hati kita rasakan. Jangan pernah merasa sungkan ataupun malu untuk jujur mengikuti apa yang hati kita rasakan. Hear the music, feel it with your heart and then just let your body flow.
- See more at: http://magz.hiphopheroes.net/info/knowledge/apa-itu-street-dance.html#sthash.dfEEWSPc.dpuf
stilah street dance baru muncul di Indonesia mungkin sekitar awal atau pertengahan 1990an, setelah masuknya hip hop ke Indonesia. Saya katakan mungkin karena saya belum menemukan referensi tentang kapan tepatnya istilah ini digunakan di Indonesia, tapi saya bisa memastikan kalau setidaknya street dance ini bersimbiosis dengan budaya hip hop di Indonesia. Hal ini cukup terlihat dari aliran street dance yang berkembang di Indonesia pertama kali, seperti bboying, yang memang mengambil akar dari budaya hip hop. Walaupun ada juga aliran popping yang berakar dari musik funk, tetapi hip-hop kemudian banyak menyerap aliran ini untuk diasimilasikan di dalamnya. Hal ini pulalah yang kemudian menimbulkan anggapan bahwa street dance = bboying di Indonesia, walaupun mungkin masih ada perdebatan mengenai penggunaan istilah ini secara tepat, baik, dan benar.
Jadi, apa itu street dance? Street dance merupakan istilah umum yang digunakan untuk mendeskripsikan gaya/aliran dance yang berkembang dan berevolusi di luar studio dance (apakah tepat kalau saya menerjemhkannya sebagai sanggar tari?). Di luar dalam konteks ini berarti dilakukan di tempat terbuka seperti taman kota, jalanan, lapangan di sekolah ataupun di klub malam. Perlu diingat bahwa street dance ini pertama kali muncul dan berkembang di New York, Amerika Serikat, sehingga mungkin akan ada perbedaan ketika kita menyebut seni tari yang berkembang di dalam sanggar atau studio itu apa saja. Jenis tarian non-street dance ini antara lain seperti balet, ballroom, latin, salsa, dll.  Dalam hal ini berbagai macam tarian tradisional di Indonesia tidak termasuk dalam kategori street dance meskipun awal perkembangannya tidak di dalam studio atau sanggar. Kecuali apabila nanti muncul aliran baru dari Indonesia bernama tari jalan tradisional mungkin baru bisa kita bersaing nama dengan street dance dari Amerika ini.
Street dance dikenal juga sebagai vernacular dance. Vernacular kurang lebih dapat diartikan sebagai menggunakan naluri/insting. Lebih jauh kita dapat mengartikan vernacular dance (street dance) ini sebagai gaya tarian yang tidak terkungkung oleh satu bentuk tertentu dan bebas bergerak serta berekspresi mengikuti irama musik yang ada. Definisi ini menunjukkan bahwa improvisasi merupakan salah satu elemen penting dalam street dance. Improvisasi dan kebebasan berekspresi ini yang pada akhirnya memicu munculnya banyak gaya/aliran dalam street dance. Bahkan orisinalitas yang merupakan hasil dari improvisasi dan interpretasi individu terhadap musik mendapatkan tempat utama dibandingkan dengan meniru gaya atau gerakan street dancer lain. Sehingga ketika kita menggunakan istilah street dance berarti kita akan merujuk pada berbagai macam aliran dance yang berkembang di luar sanggar tari dan bukan hanya satu jenis aliran saja.
Street dance, seperti telah dijelaskan di atas, pada dasarnya adalah semua tarian yang tumbuh dan berkembang di luar studio. Selain improvisasi yang menjadi dasar jiwa para street dancer, street dance juga dikenal mampu membentuk satu sistem sosial sendiri yang dapat membawa para individu di dalamnya ke arah yang positif. Dibandingkan dengan aliran tari yang lain, street dance sangat kental dengan sistem sosial, dalam hal ini berkaitan dengan interaksi dancer dengan penonton dan dengan penari lain. Hal ini menjelaskan mengapa semua aliran street dance tumbuh besar di dalam lingkaran cypher (membentuk lingkaran untuk kemudian masing-masing individu maju ke tengah lingkaran dan menunjukkan gaya tariannya), biasanya memiliki kru atau tergabung dalam satu komunitas tertentu, serta menjelaskan mengapa hanya street dance yang memiliki istilah “battle”.
Turunan tarian lain mengenal istilah kompetisi, yang biasanya (walaupun tidak harus) dinilai oleh juri, dan mereka bertarung atas dasar skill, ketepatan gaya, kekompakan, dll tergantung dari bagaimana “kesempurnaan” didefinisikan oleh aliran tari tersebut. Tapi pada street dance, dalam proses penciptaannya memiliki sistem kompetisi yang lebih “sosial” dimana para penonton, dan bahkan para dancer lainnya bisa menjadi juri. Semoga saya tidak salah, tapi setahu saya street dance-lah yang pertama mengenal sistem penilaian berdasarkan tepuk tangan, teriakan penonton, dll; yang berkaitan dengan antusiasme penonton. Dikarenakan sistem yang sangat sosial, mungkin orang lain akan menilai aneh sistem penilaian ini karena terkesan sangat subyektif, tidak ada patokan, dll. Tapi justru disitulah semangat street dance bisa terus berkembang di bawah pondasi improvisasinya serta rasa sosial yang tinggi.
Dua jiwa dari street dance inilah yang menurut saya menyebabkan street dance terus berkembang bahkan menciptakan beberapa aliran baru. Tidak ada yang mengkritisi bahwa hal itu tidak boleh, tidak ada “Street Dance Expert” yang mengkritisi bahwa “Oh, hal itu tidak boleh karena merusak tatanan dasar street dance, dll”. Semuanya karena street dance berdasar pada Improvisasi dan sistem sosial. Selama Improvisasinya dapat diterima oleh Sistem Sosial Keluarga Besar Street Dance seluruh dunia, maka lahirlah anak baru dari street dance apapun itu namanya.
Cukup banyak gaya tarian yang termasuk dalam street dance ini mulai dari bboying, popping, locking, krumping, tutting, liquid, housing,  Melbourne shuffle, c-walking, jumpstyle, hip hop dance dll. Dari masing-masing gaya itu pun ada yang kemudian memiliki anak aliran yang bisa menjadi sebuah gaya tersendiri, seperti animation dan robotting dari popping atau creep walk, clown walk dan crown walk dari c-walking. Masing – masing dari gaya tersebut berbeda satu sama lain dan memiliki kekhasannya sendiri. Bboying/bgirling mungkin merupakan contoh paling terkenal dari gaya street dance ini karena gerakan-gerakannya yang penuh trik akrobatik tubuh sehingga banyak menarik minat anak muda untuk mempelajarinya. Popping, locking, krumping, tutting, liquid, dan wacking memiliki kelasnya sendiri dan sering dikombinasikan dan dijadikan dasar untuk koreografi hip hop ataupun apa yang kita sebut sekarang dengan urban coreography. Sedangkan housing, shuffle, c-walking, dan jumpstyle merupakan gaya yang mengutamakan pada gerakan footwork. Sebenarnya ada juga pengkategorian berdasarkan gaya hip hop dan funk, tapi itu bisa menjadi satu bahasan tersendiri yang cukup panjang untuk dijabarkan berikut dengan detil-detil dari aturan dan keunikan dari masing-masing gaya street dance ini.
Jadi, apa yang harus kita lakukan apabila kita ingin mulai belajar street dance? Gaya mana yang paling cocok atau mungkin yang sebaiknya harus pertama dipelajari bagi pemula? Sebenarnya tidak ada aturan baku gaya mana yang diperuntukkan bagi pemula ataupun ritual khusus untuk belajar street dance. Masing-masing gaya memiliki tingkat kesulitannya sendiri, sehingga apa yang kita butuhkan pertama kali adalah keinginan yang kuat, kalau tidak kita sebut dengan gairah. Mulailah dengan apa yang diri kita suka, tidak masalah jika kita tidak memiliki dasar dance sama sekali karena pada akhirnya street dance adalah pengekspresian jiwa kita, perwujudan dari apa yang hati kita rasakan. Jangan pernah merasa sungkan ataupun malu untuk jujur mengikuti apa yang hati kita rasakan. Hear the music, feel it with your heart and then just let your body flow.
- See more at: http://magz.hiphopheroes.net/info/knowledge/apa-itu-street-dance.html#sthash.dfEEWSPc.dpuf
stilah street dance baru muncul di Indonesia mungkin sekitar awal atau pertengahan 1990an, setelah masuknya hip hop ke Indonesia. Saya katakan mungkin karena saya belum menemukan referensi tentang kapan tepatnya istilah ini digunakan di Indonesia, tapi saya bisa memastikan kalau setidaknya street dance ini bersimbiosis dengan budaya hip hop di Indonesia. Hal ini cukup terlihat dari aliran street dance yang berkembang di Indonesia pertama kali, seperti bboying, yang memang mengambil akar dari budaya hip hop. Walaupun ada juga aliran popping yang berakar dari musik funk, tetapi hip-hop kemudian banyak menyerap aliran ini untuk diasimilasikan di dalamnya. Hal ini pulalah yang kemudian menimbulkan anggapan bahwa street dance = bboying di Indonesia, walaupun mungkin masih ada perdebatan mengenai penggunaan istilah ini secara tepat, baik, dan benar.
Jadi, apa itu street dance? Street dance merupakan istilah umum yang digunakan untuk mendeskripsikan gaya/aliran dance yang berkembang dan berevolusi di luar studio dance (apakah tepat kalau saya menerjemhkannya sebagai sanggar tari?). Di luar dalam konteks ini berarti dilakukan di tempat terbuka seperti taman kota, jalanan, lapangan di sekolah ataupun di klub malam. Perlu diingat bahwa street dance ini pertama kali muncul dan berkembang di New York, Amerika Serikat, sehingga mungkin akan ada perbedaan ketika kita menyebut seni tari yang berkembang di dalam sanggar atau studio itu apa saja. Jenis tarian non-street dance ini antara lain seperti balet, ballroom, latin, salsa, dll.  Dalam hal ini berbagai macam tarian tradisional di Indonesia tidak termasuk dalam kategori street dance meskipun awal perkembangannya tidak di dalam studio atau sanggar. Kecuali apabila nanti muncul aliran baru dari Indonesia bernama tari jalan tradisional mungkin baru bisa kita bersaing nama dengan street dance dari Amerika ini.
Street dance dikenal juga sebagai vernacular dance. Vernacular kurang lebih dapat diartikan sebagai menggunakan naluri/insting. Lebih jauh kita dapat mengartikan vernacular dance (street dance) ini sebagai gaya tarian yang tidak terkungkung oleh satu bentuk tertentu dan bebas bergerak serta berekspresi mengikuti irama musik yang ada. Definisi ini menunjukkan bahwa improvisasi merupakan salah satu elemen penting dalam street dance. Improvisasi dan kebebasan berekspresi ini yang pada akhirnya memicu munculnya banyak gaya/aliran dalam street dance. Bahkan orisinalitas yang merupakan hasil dari improvisasi dan interpretasi individu terhadap musik mendapatkan tempat utama dibandingkan dengan meniru gaya atau gerakan street dancer lain. Sehingga ketika kita menggunakan istilah street dance berarti kita akan merujuk pada berbagai macam aliran dance yang berkembang di luar sanggar tari dan bukan hanya satu jenis aliran saja.
Street dance, seperti telah dijelaskan di atas, pada dasarnya adalah semua tarian yang tumbuh dan berkembang di luar studio. Selain improvisasi yang menjadi dasar jiwa para street dancer, street dance juga dikenal mampu membentuk satu sistem sosial sendiri yang dapat membawa para individu di dalamnya ke arah yang positif. Dibandingkan dengan aliran tari yang lain, street dance sangat kental dengan sistem sosial, dalam hal ini berkaitan dengan interaksi dancer dengan penonton dan dengan penari lain. Hal ini menjelaskan mengapa semua aliran street dance tumbuh besar di dalam lingkaran cypher (membentuk lingkaran untuk kemudian masing-masing individu maju ke tengah lingkaran dan menunjukkan gaya tariannya), biasanya memiliki kru atau tergabung dalam satu komunitas tertentu, serta menjelaskan mengapa hanya street dance yang memiliki istilah “battle”.
Turunan tarian lain mengenal istilah kompetisi, yang biasanya (walaupun tidak harus) dinilai oleh juri, dan mereka bertarung atas dasar skill, ketepatan gaya, kekompakan, dll tergantung dari bagaimana “kesempurnaan” didefinisikan oleh aliran tari tersebut. Tapi pada street dance, dalam proses penciptaannya memiliki sistem kompetisi yang lebih “sosial” dimana para penonton, dan bahkan para dancer lainnya bisa menjadi juri. Semoga saya tidak salah, tapi setahu saya street dance-lah yang pertama mengenal sistem penilaian berdasarkan tepuk tangan, teriakan penonton, dll; yang berkaitan dengan antusiasme penonton. Dikarenakan sistem yang sangat sosial, mungkin orang lain akan menilai aneh sistem penilaian ini karena terkesan sangat subyektif, tidak ada patokan, dll. Tapi justru disitulah semangat street dance bisa terus berkembang di bawah pondasi improvisasinya serta rasa sosial yang tinggi.
Dua jiwa dari street dance inilah yang menurut saya menyebabkan street dance terus berkembang bahkan menciptakan beberapa aliran baru. Tidak ada yang mengkritisi bahwa hal itu tidak boleh, tidak ada “Street Dance Expert” yang mengkritisi bahwa “Oh, hal itu tidak boleh karena merusak tatanan dasar street dance, dll”. Semuanya karena street dance berdasar pada Improvisasi dan sistem sosial. Selama Improvisasinya dapat diterima oleh Sistem Sosial Keluarga Besar Street Dance seluruh dunia, maka lahirlah anak baru dari street dance apapun itu namanya.
Cukup banyak gaya tarian yang termasuk dalam street dance ini mulai dari bboying, popping, locking, krumping, tutting, liquid, housing,  Melbourne shuffle, c-walking, jumpstyle, hip hop dance dll. Dari masing-masing gaya itu pun ada yang kemudian memiliki anak aliran yang bisa menjadi sebuah gaya tersendiri, seperti animation dan robotting dari popping atau creep walk, clown walk dan crown walk dari c-walking. Masing – masing dari gaya tersebut berbeda satu sama lain dan memiliki kekhasannya sendiri. Bboying/bgirling mungkin merupakan contoh paling terkenal dari gaya street dance ini karena gerakan-gerakannya yang penuh trik akrobatik tubuh sehingga banyak menarik minat anak muda untuk mempelajarinya. Popping, locking, krumping, tutting, liquid, dan wacking memiliki kelasnya sendiri dan sering dikombinasikan dan dijadikan dasar untuk koreografi hip hop ataupun apa yang kita sebut sekarang dengan urban coreography. Sedangkan housing, shuffle, c-walking, dan jumpstyle merupakan gaya yang mengutamakan pada gerakan footwork. Sebenarnya ada juga pengkategorian berdasarkan gaya hip hop dan funk, tapi itu bisa menjadi satu bahasan tersendiri yang cukup panjang untuk dijabarkan berikut dengan detil-detil dari aturan dan keunikan dari masing-masing gaya street dance ini.
Jadi, apa yang harus kita lakukan apabila kita ingin mulai belajar street dance? Gaya mana yang paling cocok atau mungkin yang sebaiknya harus pertama dipelajari bagi pemula? Sebenarnya tidak ada aturan baku gaya mana yang diperuntukkan bagi pemula ataupun ritual khusus untuk belajar street dance. Masing-masing gaya memiliki tingkat kesulitannya sendiri, sehingga apa yang kita butuhkan pertama kali adalah keinginan yang kuat, kalau tidak kita sebut dengan gairah. Mulailah dengan apa yang diri kita suka, tidak masalah jika kita tidak memiliki dasar dance sama sekali karena pada akhirnya street dance adalah pengekspresian jiwa kita, perwujudan dari apa yang hati kita rasakan. Jangan pernah merasa sungkan ataupun malu untuk jujur mengikuti apa yang hati kita rasakan. Hear the music, feel it with your heart and then just let your body flow.
- See more at: http://magz.hiphopheroes.net/info/knowledge/apa-itu-street-dance.html#sthash.dfEEWSPc.dpuf
stilah street dance baru muncul di Indonesia mungkin sekitar awal atau pertengahan 1990an, setelah masuknya hip hop ke Indonesia. Saya katakan mungkin karena saya belum menemukan referensi tentang kapan tepatnya istilah ini digunakan di Indonesia, tapi saya bisa memastikan kalau setidaknya street dance ini bersimbiosis dengan budaya hip hop di Indonesia. Hal ini cukup terlihat dari aliran street dance yang berkembang di Indonesia pertama kali, seperti bboying, yang memang mengambil akar dari budaya hip hop. Walaupun ada juga aliran popping yang berakar dari musik funk, tetapi hip-hop kemudian banyak menyerap aliran ini untuk diasimilasikan di dalamnya. Hal ini pulalah yang kemudian menimbulkan anggapan bahwa street dance = bboying di Indonesia, walaupun mungkin masih ada perdebatan mengenai penggunaan istilah ini secara tepat, baik, dan benar.
Jadi, apa itu street dance? Street dance merupakan istilah umum yang digunakan untuk mendeskripsikan gaya/aliran dance yang berkembang dan berevolusi di luar studio dance (apakah tepat kalau saya menerjemhkannya sebagai sanggar tari?). Di luar dalam konteks ini berarti dilakukan di tempat terbuka seperti taman kota, jalanan, lapangan di sekolah ataupun di klub malam. Perlu diingat bahwa street dance ini pertama kali muncul dan berkembang di New York, Amerika Serikat, sehingga mungkin akan ada perbedaan ketika kita menyebut seni tari yang berkembang di dalam sanggar atau studio itu apa saja. Jenis tarian non-street dance ini antara lain seperti balet, ballroom, latin, salsa, dll.  Dalam hal ini berbagai macam tarian tradisional di Indonesia tidak termasuk dalam kategori street dance meskipun awal perkembangannya tidak di dalam studio atau sanggar. Kecuali apabila nanti muncul aliran baru dari Indonesia bernama tari jalan tradisional mungkin baru bisa kita bersaing nama dengan street dance dari Amerika ini.
Street dance dikenal juga sebagai vernacular dance. Vernacular kurang lebih dapat diartikan sebagai menggunakan naluri/insting. Lebih jauh kita dapat mengartikan vernacular dance (street dance) ini sebagai gaya tarian yang tidak terkungkung oleh satu bentuk tertentu dan bebas bergerak serta berekspresi mengikuti irama musik yang ada. Definisi ini menunjukkan bahwa improvisasi merupakan salah satu elemen penting dalam street dance. Improvisasi dan kebebasan berekspresi ini yang pada akhirnya memicu munculnya banyak gaya/aliran dalam street dance. Bahkan orisinalitas yang merupakan hasil dari improvisasi dan interpretasi individu terhadap musik mendapatkan tempat utama dibandingkan dengan meniru gaya atau gerakan street dancer lain. Sehingga ketika kita menggunakan istilah street dance berarti kita akan merujuk pada berbagai macam aliran dance yang berkembang di luar sanggar tari dan bukan hanya satu jenis aliran saja.
Street dance, seperti telah dijelaskan di atas, pada dasarnya adalah semua tarian yang tumbuh dan berkembang di luar studio. Selain improvisasi yang menjadi dasar jiwa para street dancer, street dance juga dikenal mampu membentuk satu sistem sosial sendiri yang dapat membawa para individu di dalamnya ke arah yang positif. Dibandingkan dengan aliran tari yang lain, street dance sangat kental dengan sistem sosial, dalam hal ini berkaitan dengan interaksi dancer dengan penonton dan dengan penari lain. Hal ini menjelaskan mengapa semua aliran street dance tumbuh besar di dalam lingkaran cypher (membentuk lingkaran untuk kemudian masing-masing individu maju ke tengah lingkaran dan menunjukkan gaya tariannya), biasanya memiliki kru atau tergabung dalam satu komunitas tertentu, serta menjelaskan mengapa hanya street dance yang memiliki istilah “battle”.
Turunan tarian lain mengenal istilah kompetisi, yang biasanya (walaupun tidak harus) dinilai oleh juri, dan mereka bertarung atas dasar skill, ketepatan gaya, kekompakan, dll tergantung dari bagaimana “kesempurnaan” didefinisikan oleh aliran tari tersebut. Tapi pada street dance, dalam proses penciptaannya memiliki sistem kompetisi yang lebih “sosial” dimana para penonton, dan bahkan para dancer lainnya bisa menjadi juri. Semoga saya tidak salah, tapi setahu saya street dance-lah yang pertama mengenal sistem penilaian berdasarkan tepuk tangan, teriakan penonton, dll; yang berkaitan dengan antusiasme penonton. Dikarenakan sistem yang sangat sosial, mungkin orang lain akan menilai aneh sistem penilaian ini karena terkesan sangat subyektif, tidak ada patokan, dll. Tapi justru disitulah semangat street dance bisa terus berkembang di bawah pondasi improvisasinya serta rasa sosial yang tinggi.
Dua jiwa dari street dance inilah yang menurut saya menyebabkan street dance terus berkembang bahkan menciptakan beberapa aliran baru. Tidak ada yang mengkritisi bahwa hal itu tidak boleh, tidak ada “Street Dance Expert” yang mengkritisi bahwa “Oh, hal itu tidak boleh karena merusak tatanan dasar street dance, dll”. Semuanya karena street dance berdasar pada Improvisasi dan sistem sosial. Selama Improvisasinya dapat diterima oleh Sistem Sosial Keluarga Besar Street Dance seluruh dunia, maka lahirlah anak baru dari street dance apapun itu namanya.
Cukup banyak gaya tarian yang termasuk dalam street dance ini mulai dari bboying, popping, locking, krumping, tutting, liquid, housing,  Melbourne shuffle, c-walking, jumpstyle, hip hop dance dll. Dari masing-masing gaya itu pun ada yang kemudian memiliki anak aliran yang bisa menjadi sebuah gaya tersendiri, seperti animation dan robotting dari popping atau creep walk, clown walk dan crown walk dari c-walking. Masing – masing dari gaya tersebut berbeda satu sama lain dan memiliki kekhasannya sendiri. Bboying/bgirling mungkin merupakan contoh paling terkenal dari gaya street dance ini karena gerakan-gerakannya yang penuh trik akrobatik tubuh sehingga banyak menarik minat anak muda untuk mempelajarinya. Popping, locking, krumping, tutting, liquid, dan wacking memiliki kelasnya sendiri dan sering dikombinasikan dan dijadikan dasar untuk koreografi hip hop ataupun apa yang kita sebut sekarang dengan urban coreography. Sedangkan housing, shuffle, c-walking, dan jumpstyle merupakan gaya yang mengutamakan pada gerakan footwork. Sebenarnya ada juga pengkategorian berdasarkan gaya hip hop dan funk, tapi itu bisa menjadi satu bahasan tersendiri yang cukup panjang untuk dijabarkan berikut dengan detil-detil dari aturan dan keunikan dari masing-masing gaya street dance ini.
Jadi, apa yang harus kita lakukan apabila kita ingin mulai belajar street dance? Gaya mana yang paling cocok atau mungkin yang sebaiknya harus pertama dipelajari bagi pemula? Sebenarnya tidak ada aturan baku gaya mana yang diperuntukkan bagi pemula ataupun ritual khusus untuk belajar street dance. Masing-masing gaya memiliki tingkat kesulitannya sendiri, sehingga apa yang kita butuhkan pertama kali adalah keinginan yang kuat, kalau tidak kita sebut dengan gairah. Mulailah dengan apa yang diri kita suka, tidak masalah jika kita tidak memiliki dasar dance sama sekali karena pada akhirnya street dance adalah pengekspresian jiwa kita, perwujudan dari apa yang hati kita rasakan. Jangan pernah merasa sungkan ataupun malu untuk jujur mengikuti apa yang hati kita rasakan. Hear the music, feel it with your heart and then just let your body flow.
- See more at: http://magz.hiphopheroes.net/info/knowledge/apa-itu-street-dance.html#sthash.dfEEWSPc.dpuf
stilah street dance baru muncul di Indonesia mungkin sekitar awal atau pertengahan 1990an, setelah masuknya hip hop ke Indonesia. Saya katakan mungkin karena saya belum menemukan referensi tentang kapan tepatnya istilah ini digunakan di Indonesia, tapi saya bisa memastikan kalau setidaknya street dance ini bersimbiosis dengan budaya hip hop di Indonesia. Hal ini cukup terlihat dari aliran street dance yang berkembang di Indonesia pertama kali, seperti bboying, yang memang mengambil akar dari budaya hip hop. Walaupun ada juga aliran popping yang berakar dari musik funk, tetapi hip-hop kemudian banyak menyerap aliran ini untuk diasimilasikan di dalamnya. Hal ini pulalah yang kemudian menimbulkan anggapan bahwa street dance = bboying di Indonesia, walaupun mungkin masih ada perdebatan mengenai penggunaan istilah ini secara tepat, baik, dan benar.
Jadi, apa itu street dance? Street dance merupakan istilah umum yang digunakan untuk mendeskripsikan gaya/aliran dance yang berkembang dan berevolusi di luar studio dance (apakah tepat kalau saya menerjemhkannya sebagai sanggar tari?). Di luar dalam konteks ini berarti dilakukan di tempat terbuka seperti taman kota, jalanan, lapangan di sekolah ataupun di klub malam. Perlu diingat bahwa street dance ini pertama kali muncul dan berkembang di New York, Amerika Serikat, sehingga mungkin akan ada perbedaan ketika kita menyebut seni tari yang berkembang di dalam sanggar atau studio itu apa saja. Jenis tarian non-street dance ini antara lain seperti balet, ballroom, latin, salsa, dll.  Dalam hal ini berbagai macam tarian tradisional di Indonesia tidak termasuk dalam kategori street dance meskipun awal perkembangannya tidak di dalam studio atau sanggar. Kecuali apabila nanti muncul aliran baru dari Indonesia bernama tari jalan tradisional mungkin baru bisa kita bersaing nama dengan street dance dari Amerika ini.
Street dance dikenal juga sebagai vernacular dance. Vernacular kurang lebih dapat diartikan sebagai menggunakan naluri/insting. Lebih jauh kita dapat mengartikan vernacular dance (street dance) ini sebagai gaya tarian yang tidak terkungkung oleh satu bentuk tertentu dan bebas bergerak serta berekspresi mengikuti irama musik yang ada. Definisi ini menunjukkan bahwa improvisasi merupakan salah satu elemen penting dalam street dance. Improvisasi dan kebebasan berekspresi ini yang pada akhirnya memicu munculnya banyak gaya/aliran dalam street dance. Bahkan orisinalitas yang merupakan hasil dari improvisasi dan interpretasi individu terhadap musik mendapatkan tempat utama dibandingkan dengan meniru gaya atau gerakan street dancer lain. Sehingga ketika kita menggunakan istilah street dance berarti kita akan merujuk pada berbagai macam aliran dance yang berkembang di luar sanggar tari dan bukan hanya satu jenis aliran saja.
Street dance, seperti telah dijelaskan di atas, pada dasarnya adalah semua tarian yang tumbuh dan berkembang di luar studio. Selain improvisasi yang menjadi dasar jiwa para street dancer, street dance juga dikenal mampu membentuk satu sistem sosial sendiri yang dapat membawa para individu di dalamnya ke arah yang positif. Dibandingkan dengan aliran tari yang lain, street dance sangat kental dengan sistem sosial, dalam hal ini berkaitan dengan interaksi dancer dengan penonton dan dengan penari lain. Hal ini menjelaskan mengapa semua aliran street dance tumbuh besar di dalam lingkaran cypher (membentuk lingkaran untuk kemudian masing-masing individu maju ke tengah lingkaran dan menunjukkan gaya tariannya), biasanya memiliki kru atau tergabung dalam satu komunitas tertentu, serta menjelaskan mengapa hanya street dance yang memiliki istilah “battle”.
Turunan tarian lain mengenal istilah kompetisi, yang biasanya (walaupun tidak harus) dinilai oleh juri, dan mereka bertarung atas dasar skill, ketepatan gaya, kekompakan, dll tergantung dari bagaimana “kesempurnaan” didefinisikan oleh aliran tari tersebut. Tapi pada street dance, dalam proses penciptaannya memiliki sistem kompetisi yang lebih “sosial” dimana para penonton, dan bahkan para dancer lainnya bisa menjadi juri. Semoga saya tidak salah, tapi setahu saya street dance-lah yang pertama mengenal sistem penilaian berdasarkan tepuk tangan, teriakan penonton, dll; yang berkaitan dengan antusiasme penonton. Dikarenakan sistem yang sangat sosial, mungkin orang lain akan menilai aneh sistem penilaian ini karena terkesan sangat subyektif, tidak ada patokan, dll. Tapi justru disitulah semangat street dance bisa terus berkembang di bawah pondasi improvisasinya serta rasa sosial yang tinggi.
Dua jiwa dari street dance inilah yang menurut saya menyebabkan street dance terus berkembang bahkan menciptakan beberapa aliran baru. Tidak ada yang mengkritisi bahwa hal itu tidak boleh, tidak ada “Street Dance Expert” yang mengkritisi bahwa “Oh, hal itu tidak boleh karena merusak tatanan dasar street dance, dll”. Semuanya karena street dance berdasar pada Improvisasi dan sistem sosial. Selama Improvisasinya dapat diterima oleh Sistem Sosial Keluarga Besar Street Dance seluruh dunia, maka lahirlah anak baru dari street dance apapun itu namanya.
Cukup banyak gaya tarian yang termasuk dalam street dance ini mulai dari bboying, popping, locking, krumping, tutting, liquid, housing,  Melbourne shuffle, c-walking, jumpstyle, hip hop dance dll. Dari masing-masing gaya itu pun ada yang kemudian memiliki anak aliran yang bisa menjadi sebuah gaya tersendiri, seperti animation dan robotting dari popping atau creep walk, clown walk dan crown walk dari c-walking. Masing – masing dari gaya tersebut berbeda satu sama lain dan memiliki kekhasannya sendiri. Bboying/bgirling mungkin merupakan contoh paling terkenal dari gaya street dance ini karena gerakan-gerakannya yang penuh trik akrobatik tubuh sehingga banyak menarik minat anak muda untuk mempelajarinya. Popping, locking, krumping, tutting, liquid, dan wacking memiliki kelasnya sendiri dan sering dikombinasikan dan dijadikan dasar untuk koreografi hip hop ataupun apa yang kita sebut sekarang dengan urban coreography. Sedangkan housing, shuffle, c-walking, dan jumpstyle merupakan gaya yang mengutamakan pada gerakan footwork. Sebenarnya ada juga pengkategorian berdasarkan gaya hip hop dan funk, tapi itu bisa menjadi satu bahasan tersendiri yang cukup panjang untuk dijabarkan berikut dengan detil-detil dari aturan dan keunikan dari masing-masing gaya street dance ini.
Jadi, apa yang harus kita lakukan apabila kita ingin mulai belajar street dance? Gaya mana yang paling cocok atau mungkin yang sebaiknya harus pertama dipelajari bagi pemula? Sebenarnya tidak ada aturan baku gaya mana yang diperuntukkan bagi pemula ataupun ritual khusus untuk belajar street dance. Masing-masing gaya memiliki tingkat kesulitannya sendiri, sehingga apa yang kita butuhkan pertama kali adalah keinginan yang kuat, kalau tidak kita sebut dengan gairah. Mulailah dengan apa yang diri kita suka, tidak masalah jika kita tidak memiliki dasar dance sama sekali karena pada akhirnya street dance adalah pengekspresian jiwa kita, perwujudan dari apa yang hati kita rasakan. Jangan pernah merasa sungkan ataupun malu untuk jujur mengikuti apa yang hati kita rasakan. Hear the music, feel it with your heart and then just let your body flow.
- See more at: http://magz.hiphopheroes.net/info/knowledge/apa-itu-street-dance.html#sthash.dfEEWSPc.dpuf